Forum Indonesia Muda (FIM) kembali mengadakan pelatihan nasional yang ke 21 di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur pada tanggal 23 s.d 27 Oktober 2019 lalu. Tahun ini FIM berkolaborasi dengan Pemimpin.ID mengadakan pelatihan kepemimpinan dan pendidikan karakter dengan tema ‘Ragam Asa untuk Indonesia’. Rangkaian acara dibuka dengan Public Seminar yang diikuti oleh 161 peserta FIM 21 dan 157 peserta umum. Public Seminar menghadirkan keynote speaker Bapak Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta untuk membagikan pengalaman kepemimpinannya dalam sesi ‘Asa untuk Indonesia’. Pak Anies bercerita tentang harapan dan kisah pengalaman dalam memimpin Ibukota Negara Republik Indonesia. Sesi selanjutnya ‘Asa Pemimpin Indonesia’ diisi oleh Ibu Nurhayati Subakat, pendiri PT Paragon Technology and Innovation dan dimoderatori oleh Ivan Ahda dari Pemimpin.ID. Mereka berbincang tentang perjuangan Ibu Nurhayati dalam membangun perusahaan kosmetik asli Indonesia yang telah berdiri selama 35 tahun dan kini mendunia.

Sesi ‘Suara Muda Indonesia’ menghadirkan dua orang politikus muda, Ismail Bachtiar anggota DPRD Sulawesi Selatan fraksi PKS dan Idris Ahmad anggota DPRD Jakarta fraksi PSI. Kedua pembicara dimoderatori oleh M. Atiatul Muqtadir, Presiden Mahasiswa BEM KM UGM, mereka bercerita bagaimana peran anak muda yang terjun ke dunia politik beserta tantangan yang harus mereka hadapi. Peserta Public Seminar juga disuguhkan kisah inspiratif yang datang dari perantau sukses Indonesia, Reza Abdul Jabbar menjadi pengusaha di negeri orang dan mendirikan peternakan Rural Practice Yrust seluas 850 hektar. Sesi Public Seminar ditutup oleh kisah inspiratif lain dari founder L’mira ethnique yaitu JetC Elmir yang telah berkeliling Indonesia demi mempelajari tenun nusantara.

Pemimpin.ID sebagai pihak yang berkolaborasi dengan FIM dalam acara ini juga memberikan materi sesaat sebelum pembukaan pelatihan nasional dilaksanakan. Ivan Ahda dari Pemimpin.ID yang juga merupakan alumni FIM 5 menceritakan bagaimana pemimpin.ID kemudian lahir dari akumulasi pemikiran FIM. Sesi terakhir pada hari pertama ini sekaligus membuka pelatihan nasional FIM 21 selama 5 hari ke depan. Pelatihan Nasional FIM 21 dibuka oleh Mandira Bienna Elmir selaku Direktur Eksekutif FIM yang diikuti sambutan dari Founder FIM Bapak Elmir Amien dan Bunda Tatty Elmir.
Hari kedua, peserta diajak untuk mengenal diri dalam sesi yang dibawakan oleh Ibu Elly Risman. Pada sesi ini, Ibu Elly menjelaskan bagaimana karakter kita hari ini terbentuk dari pola asuh orangtua dan lingkungan masa kecil. Peserta juga diberikan materi tentang bagaimana bahaya perilaku destruktif di kalangan anak muda saat ini. Materi ini dibawakan oleh dr. Dewi Inong Irana seorang praktisi kesehatan spesialis kulit dan kelamin, dan Ibu Rita Hendrawati Subagio selaku sekjen Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA).

Sebagai seorang pemimpin, peserta dibekali materi coaching oleh Coach Andra Hanindyo dari Pemimpin.ID dalam sesi ‘Leader as a Coach’. Kemudian dilanjutkan dengan sesi ‘Inilah Surat Wasiatku’ oleh Harri Firmansyah yang membawakan materi tentang apa yang sebaiknya dilakukan pada usia muda dan bagaimana melatih respon terhadap sesuatu. CEO Bukalapak Ahmad Zaky juga ikut mengisi materi pada hari kedua, ia membagikan pengalamannya sebagai seorang founder dalam mendirikan startup.

Hari ketiga diisi oleh pembicara yang tak kalah hebat diantaranya Coach Indra Sjafri, Pelatih TIMNAS Sepakbola Indonesia dan Bapak Abraham Samad, Ketua KPK RI periode 2011-2015. Mereka berbagi pengalaman tentang perjuangannya dalam menjalankan peran masing-masing dalam sesi ‘Mengambil Peran Hebat’. Kedatangan pembicara yang terduga meningkatkan antusiasme peserta pada sesi ‘Dibalik Tragedi, Opini dan Fakta’. Sesi tersebut diisi oleh Bapak Novel Baswedan penyidik KPK RI, David Sepriwasa deputi pencegahan KPK RI dan Ananda Badudu, musisi yang mengadakan penggalangan dana hingga 175 juta untuk aksi mahasiswa. Mereka adalah sosok yang berani memperjuangkan keadilan dan menjunjung tinggi integritas. Sesi ini ditutup dengan haru bersama lagu ‘Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang berganti’ yang dinyanyikan oleh Ananda Badudu.

Sesi selanjutnya merupakan paralel class yang dibagi menjadi tiga kelas diantaranya kelas personal branding oleh Choqi Isyraqi, kelas content creating oleh Siti Desiree Nasfhia, dan kelas story telling oleh Rona Mentari. Hari ketiga kemudian ditutup dengan sesi ‘Coaching Skills for Leaders’ yang dibawakan oleh Coach Adam Amrullah dari Pemimpin.ID. Beberapa skill coaching yang perlu dimiliki seorang pemimpin diantaranya sincere supporting, active listening, dan powerful questioning.

Hari keempat, dimulai dengan sesi ‘Design Thinking’ yang dibawakan oleh Coach Muhamad Taufik Mardian dari Pemimpin.ID. Peserta dibagi ke dalam kelompok dan berdiskusi bersama fasilitator untuk membuat sebuah inovasi berdasarkan rules yang dijelaskan oleh Coach Taufik. Sesi selanjutnya adalah ‘Regional Exhibition’ dimana para peserta berkumpul berdasarkan regionalnya masing-masing untuk memperkenalkan program kerja dan budaya di daerahnya kepada peserta lain. Sesi ini juga sekaligus menjadi ajang reuni dan berkumpul kembali para alumni FIM dari angkatan-angkatan sebelumnya.

Malam harinya merupakan malam yang paling ditunggu-tunggu para peserta dan alumni, karena kreativitas peserta akan diuji dalam ‘Api Ekspresi’. Mereka ditantang untuk memberikan penampilan yang terbaik. Berbagai kolaborasi seni disatukan dalam panggung sederhana namun dapat mengguncang tawa dan takjub dari para penonton. Penampilan peserta kemudian dinilai oleh para juri diantaranya Rona Mentari selaku juru dongeng keliling, Choqi Isyraqi dan Tio Nugroho.

Sampailah peserta pada hari kelima sekaligus hari terakhir Pelatihan Nasional FIM 21. Para peserta melaksanakan ‘Adventure Journey’ dimana mereka diberikan sebuah misi besar untuk diselesaikan. Misi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, tanggung jawab dan kerjasama tim. Penghujung Adventure Journey diisi oleh Divisi Tanggap Bencana dan Kemanusiaan yang memberikan materi simulasi mitigasi bencana agar peserta memiliki bekal dan dapat berkontribusi di daerah yang terkena bencana.

Pelatihan Nasional Forum Indonesia Muda yang ke 21 kini resmi ditutup oleh Bapak Elmir Amien dalam upacara yang penuh khidmat. Berakhirnya pelatihan nasional bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal perjuangan peserta untuk Indonesia. Kini saatnya bagi mereka untuk kembali berkontribusi dengan perannya masing-masing. Selamat jalan wahai kunang-kunang FIM 21. Teruslah terbang dengan mimpi. Jadilah penerang untuk negeri.

 

Disusun oleh:
Tim Publikasi & Desain Pelatnas FIM 21

Comments are closed.